Callahan72josefsen's website

Our website

05
Ma
Belajar Melakukan Prediksi Dalam Pertandingan Sepak Bola
05.05.2018 03:41


Tatkala menyaksikan perbandingan sepakbola di layar muka kita terkadang disajikan kelakuan tebak skor yang dijalani para juru. Walau mempesona, saya tidak percaya memotong skor ialah sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau setimbal untuk fun and games bolehlah, akan tetapi tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada pokok logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu pertandingan.

Tidak sama dengan menebas siapa menjimbit yang hendak menang -- atau jika pertandingan dengan berakhir beserta seri. Menebak seperti itu lumrah saja dikerjakan, walau di akhirnya bola itu luncai sehingga pemenang pun kerap kali lengah diprediksi. Apa sebab? Karena siap tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini abdi akan sebarkan beberapa tips membuat antisipasi yang masuk. Bukan menandakan saya tetap benar di dalam memprediksi satu buah pertandingan. Pasti lah tidak, meski pun dengan lumayan berbangga (sediiiikit saja) saya memiliki rekor kebenaran prediksi yang sedang tinggi: rata-rata 3 dari 4 bayangan saya cocok kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, abdi memprediksi mau terjadi All German pucuk di Perkongsian Champions. Dalam final, dikategorikan di depan beribu-ribu warga Surabaya yang membanjiri sebuah programa nonton menyerentakkan, saya meneroka Bayern Munich akan menggulung Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kelebihan. Sebelum tersebut saya juga meyakini bahwa Atletico Madrid akan merebut Copa Del Rey. Buncit, saya mengira Belanda dengan mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin saya tekankan disini adalah; antisipasi bisa sah bisa khilaf, tapi yang penting satu prediksi mutlak harus memiliki dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sahih maka faktor keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap selalu tidak bisa diprediksi berdasar pada 100%, lagi pula prediksi menyerempet skor akhir. Akan tetapi, presentase kemungkinan kejituan prediksi mumbul tajam.

Saya ajak Engkau untuk membahas beberapa antisipasi terakhir hamba guna menceritakan beberapa pijakan penting yang saya tetap akan produktif bagi Kamu saat menguji memprediksi festival.

Di antara prediksi yang hamba sebut di atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar tiang Atletico]. Meski pun demikian siap logika dalam belakang antisipasi tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh kian berkualitas. Prasarana masa mewartakan ketidakrukunan tokoh Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Atas media asing saya menerima kabar jika Ronaldo serta Mourinho juga tidak sepaham (berita mengenai hal itu baru merembes di Nusantara beberapa saat lalu). Sebagai pelatih abdi paham resmi arti kesentosaan tim di dalam dan di luar lapangan dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini ditambah faktor Falcao yang pada itu on fire, yang membuat saya kekar memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips prediksi 1: Pertimbangkan suasana pada tim, bahkan saat satu turnamen berlaku di mana pemain harus terus bersama tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat pertandingan cup, kemonceran striker amat menentukan. Ketika pertandingan liga kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semata elemen menyunggi lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menetapkanmengukuhkan, menjadikan, walau keuletan keseluruhan menjulang juga pantas dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi kemajuan Belanda 3-0 atas Indonesia saya melawan hati nurani. Secara subjektif hamba membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat mengenakan kacamata dinamakan objektivitas, kita semua wajar setuju kalau Belanda senggang di atas Indonesia. Lalu mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih mencolok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat namun Indonesia akan bermain melimpah gairah, dengan demikian akan bisa mereduksi perbedaan kualitas. Jadi, skor tipis atau luas bisa sekadar diprediksi secara sound logic -- akan tetapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, adalah keberuntungan semata.

Tips prediksi 3: Hindari membela satu tim tatkala membuat prediksi. Kita mampu selalu berharap tim tajuk mahkota kita unggul, tapi tatkala membuat perkiraan tentu pikiran harus diutamakan di untuk fanatisme membenang.

Saya tersenyum saat menduga di satu media tanda tentang persamaan-persamaan final Liga Champions tahun ini dengan tahun 1997 saat Dortmund menjadi wijaya terakhir bengawan. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund berdasar pada fakta-fakta tersebut. Mereka meleng bahwa fakta-fakta tersebut memukau dan kadang benar memilikinya, namun tidak memiliki kolerasi apapun beserta pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah kelurusan hati dengan fenomena yang lain ialah salah satu tiruan dari sekian banyak macam fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terpancing para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan sedang menjadi mintakat membuat satu prediksi pertandingan.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan renggangan Dortmund vs Bayern pun dimunculkan lalu bertahun-tahun ke belakang. Karena ilmu sejarah statistik Dortmund memang mulia saat mengikuti Bayern, besar yang lantas menilai BVB akan bisa mengalahkan Bayern di kesimpulan Eropa. Hal ini menyesatkan. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik dahulu musim pula biar tidak mampu dengan rambang menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim semenjak pertemuan terakhir perlu dipertimbangkan.

Tips prediksi 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Dikau pada statistik pertandingan sempang kedua kru yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini sekadar.

Karena perkiraan saya acap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak mohon saya menenung berbagai festival lainnya. Judi Online Indonesia Kebanyakan saya abaikan atau beta tolak beserta alasan sedikit paham menyerempet kekuatan ke-2 tim. Alasan saya tersebut senafas beserta tips bayangan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi keterangan dan wawasan yang indah mengenai menjimbit atau liga tersebut. Lamun bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menghasilkan prediksi tentang MU vs Chelsea. Aku mustahil jadi pakar tentang semua permufakatan yang terdapat. Akui aja.

Tips dugaan 7: Aku juga tidak seharusnya meneka setiap festival. Ada waktunya pertandingan super sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua tim menurut Anda 50-50. Lamun sudah demi tahan bangun, hindari memaksakan diri membuat prediksi. Beserta demikian prosentase kejituan dugaan anda akan meningkat.

Sedang banyak saran lainnya yang bisa serta patut dipakai dalam menghasilkan sebuah antisipasi yang terhormat. Karena keterbatasan tempat aku berhenti sampai di sini dulu.

Ingat: sebuah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kesahan prediksi ini. Sebuah dugaan yang terhormat, baik benar maupun salah, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada pada belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!